MOROWALI

Rahasiakan Nama Perusahaan Diduga Deni Germanto Tidak Mengantongi IUJP

Morowali,beritamorut.com:

Rahasiakan Nama Perusahaan
Diduga Deni Germanto Tidak Mengantongi IUJP

Kembali aktifnya perusahaan tambang di Desa Siumbatu, Desa Dampala dan Lele membuat taraf ekonomi masyarakat meningkat dengan cepat, sebab telah terbukti, saat pemerintah pusat menertibkan perusahaan tambang pada tahun 2012, banyak masyarakat yang kehilangan sumber penadapatan dan kesulitan ekonomi, dikarenakan sulitnya mata pencaharian, namun upaya pemerintah kini membuahkan hasil, terbukti jika saat ini penguasaan aktifitas pertambangan di tiga desa ini tidak lagi dikuasai orang asing tetapi dikelolah langsung oleh perusahaan Lokal,

“kembali aktifnya kegiatan penambangan diwilayah kita sangat membawa angin segar, karena sangat jelas kita rasakan apa dampak tutupnya kegiatan pertambangan di desa kita pada tahun 2012 silam, saat itu banyak pengangguran karena tidak adanya lapangan pekerjaan, mau masuk di PT. IMIP, ada batasan dan sangat ketat proseduralnya, sehingga banyak masyarakat harus kembali merasakan mencari nafkah didalam hutan mencari rotan, damar dan melaut bahkan banyak dari kita harus keluar kampung untuk mencari pekerjaan, bersukurnya lagi perusahaan yang ada ini adalah perusahaan Lokal, sehingga kita sangat mengsuport kehadirannya” ujar Au dan beberapa warga yang ada di Tiga desa tersebut.

Salah satunya PT. Duta Sarana Persada (DSP) kini kembali tampil dan eksis menjadi perusahaan lokal yang menambang di area IUP, Eks Pinxiang dan menggandeng beberapa rekanan dari luar untuk ikut berinvenstasi, salah satunya adalah Deni Germanto, pria yang berasal dari Sulawesi Tenggara, ikut menjadi bagian dari penambangan di Desa Siumbatu, sebagaimana pengakuan Deni yang disampaiakannya melalui via pesan Whatsapp, Deni mengatakan bahwa dirinya bagian dari team yang menyuport PT. DUTA

“Iya pak, saya Kontraktor dari pak Sahnil, kita hubungi beliau pak” jawab Deni, sembari melampirkan nomornya.

Pengakuan Deni, berlanjut pada konfirmasi mengenai Izin Usaha Jasa Pertambangan (IUJP) sebagai izin persyaratan untuk melakukan aktifitas jasa pertambangan, Sebagaimana ketetapan pemerintah pusat yang tetuang dalam peraturan pemerintah melalui kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) nomor 34 Tahun 2017 tentang Perizinan di Bidang Pertambangan Mineral dan Batubara, perubahan ini hadir dengan menggantikan Permen No. 24 tahun 2012 tentang Permen No. 28 tahun 2009. Tidak hanya IUJP Deni, juga ditanyakan apa nama perusahaannya, namun Deni Enggan menjawab jelas, ia hanya mengatakan jika statusnya hanyalah Kontraktor PT. DSP

“Saya sudah sampaikan ke pak Sahnil pak, kami hanya Kontraktor Mining, kerja atas nama perusahaan pak Sahnil DSP. Baiknya telpon Sahnil” Katanya lewat Chat.

Lebih lanjut Deni tetap enggan berkomentar ketika dijelaskan alasan mengapa dirinya dikonfirmasi, mengenai IUJP, sebab sangat jelas dirinya adalah pihak kontraktor meaning, sebagaimana pengakuan dirinya, sehingga sangat tepat jika pertanyaan mengenai nama Perusahaan, Direktur dan legalitas lainnya ditanyakan, agar tidak ada kesalahan maupun kekeliruan ketika diberitakan, bahkan sudah dijelaskan jika media ini mengenal dekat Sahnil selaku perwakilan PT. DSP, hanya saja yang ingin dinkonfirmasi adalah Kontraktor Meaningnya.

“Itu untuk DSP baiknya bapak konfirmasinya ke pak Sahnil karena kami hanya pekerja dari PT. DSP pak” imbuhnya.

Jawaban Deni selaku kontraktor meaning PT. DSP, memberikan isyarat jika kelengkapan persyaratan untuk menjadi pelaku usaha jasa pertambangan tidak ia kantongi, sebab nama perusahaannya saja tidak mau ia katakan. Tidak hanya Deni yang tidak mau menyebutkan nama perusahaannya, pihak PT. DSP melalui Sahnil yang disebut-sebut Deni, juga enggan memberi tau nama perusahaan Deni,

“progrees di BKPM, IUJP nasional” jawabnya tanpa menyebutkan nama perusahaan.

Tidak hanya sekali, komfirmasi melalui pesan Whatsapp, yang mempertanyakan nama perusahaan Deni, namun tetap tidak ada jawaban mengenai nama perusahaanya. Karena nama perusahaan bisa jadi petunjuk untuk mengecek kebenaran IUJP nasional yang katanya lagi Proses di BKPM

“hanya team kerja mereka sama seperti team lokal” Kata Sahnil.

tidak hanya mengkonfirmasi Deni dan pihak PT. DUTA, media ini terus mencari Informasi tentang sebab dirahasiakannya nama perusahaan Deni. Mulai dari menggali informasi tentang Deni, media ini ke Sulawesi Tenggara, mencari nama perusahaan Deni, namun team media ini dikagetkan dengan petunjuk lain, dari salah seorang mantan kariawan Deni, yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan jika Deni adalah seorang anggota Polri aktif

“nama aslinya Deni Germanto, kalau tidak salah pak Deni tugas di Polres Kolaka” ujarnya.

Deni Germanto kembali ditanyakan, mengenai kebenaran status pekerjaannya sebagai anggota Polri melalui chat Whatsapp, belum membalas hingga berita ini diterbitkan***(Ady/Hend)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close