BERITA DAERAH

Memainkan Isu Dugaan Korupsi Di Pilkada Morut

OPINI : Memainkan Isu Dugaan Korupsi Dalam Pilkada Morut, adalah strategi kampanye Hitam.
(Analisa kami Redaksi berita morut)

Politik adalah keniscayaan, keniscayaan dalam memainkan alur taktik dan strategi, sehingga harmoni keduanya membuat mudah bermanuver kemenangan adalah sebuah keniscayaan juga.

Dalam politik tidak ada kampanye hitam dan kampanye putih, yang selalu terlihat adalah kampanye hitam dan kampanye abu-abu kayaknya. Politik itu bisnis, yah…bisnis transaksi,,untuk berpolitik seorang kandidat harus memiliki semuanya.

Apalagi dalam pilkada di kabupaten, akan mudah terlihat rongrongan kandidat atau timnya yang memang tidak punya kemampuan untuk menerapkan strategi dan taktik politik yang matang dalam semua hal. Sehingga memainkan isu rekam jejak menjadi pilihan.

Di Morowali Utara kita lihat, dimedia sosial bertebaran, dan terus dipublikasikan soal dugaan kasus korupsi Bupati Morut yang sama sekali tidak benar. Karna inilah yang disebut keniscayaan, ditengah prestasi Aptripel Tumimomor membawah perubahan bagi Daerah, maka cara melunturkan citranya dilakukan dengan terus menerus melempar isu korupsi.

Menarik untuk ditelusuri permainan isu yang selalu dibuang ke masyarakat,

Pertanyaannya, apakah benar Bupati Aptripel Tumimomor tersangkut dugaan kasus korupsi?? Sebelum saya mengulasnya,,jawabannya TIDAK BENAR

Kita bahas satu persatu semua dugaan kasus korupsi yang dituduhkan,,,

Kasus pertama PEMBANGUNAN GEDUNG DPRD MORUT, Pembangunan ini dianggarkan dari APBD Tahun 2015 saat itu (almarhum) Haris Rengga sebagai pejabat Bupati Morut. Sementara Aptripel Tumimomor menjadi Bupati Morut Tahun 2016.
” Bupati Morut Aptripel Tumimomor tidak terkait kasus tersebut”
Bahkan pada saat pembangunan Gedung DPRD berjalan, Bupati Aptripel menghentikan pengalokasian anggaran karna melihat ada hal hal yang tidak beres.
Menjawab pertanyaan masyarakat dan media, Kapolda Sulteng pada 17 Januari 2020 menegaskan ” proses hukum terhadap kasus tersebut harus melalui prosedur hukum yang benar, kita tidak akan menegakan hukum yang tidak benar dengan cara hukum yang dipaksakan untuk maju, jangan sampai kita menghukum orang yang tidak bersalah, itu tidak adil” ujarnya.
Kita harus menempatkan kepercayaan kepada penegak hukum dalam hal ini kepolisian. Dan kasus ini digulirkan terus dimasa masa tahun politik ini.

Kedua adalah Kasus proyek KTP Elektronik, pada 10 Mei 2019 Bupati Morut Aptripel Tumimomor dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranomo dipanggil KPK sebagai saksi. Sekali lagi sebagai saksi, Bupati Morut sebagai saksi atas tersangka Markus nari, dan Gubernur Ganjar Pranomo sebagai saksi dalam kapasitasnya sebagai mantan anggota DPR RI. Kasus ini sudah selesai, baik Bupati Morut dan Gubernur Jateng tidak tersangkut apapun dalam kasus ini. Namun isu ini lagi lagi dimainkan terus agar masyarakat memiliki dugaan Bupati kita tersangkut kasus. Jangan dipercaya!!!

Ketiga, kasus dugaan korupsi lahan Pemda Morowali Utara yang mencapai 9,5 Milyar. Dugaan ini tidak bisa dibuktikan, bahkan dari pemberitaan yang beredar, salah satunya kita bisa lihat meralat beritanya pada 06 Februari 2019 redaksi paluposo.com : Bupati Morowali Utara Bukan Tersangka dugaan kasus korupsi lahan Pemda.

Kasus apalagi, kasus Ibu membeli beberapa puluh lahan warga lalu menjualnya ke perusahaan,,?? Proses pembelian secara benar, ada surat surat tanah, dan mau dijual kemana itu adalah hak sebagai seorang pemilik, hanya selalu dicarikan macam macam ruang untuk menjatuhkan petahana Bupati Morut Aptripel Tumimomor yang memang membuat perubahan .

Dari analisa kami diatas, sepanjang tahun politik ini, isu itu akan terus dimainkan, kami berharap masyarakat bisa membedakan dan bijak menentukan apakah itu benar atau salah.

Ingat, mereka yang baru maju Bupati Morut, akan berjanji membangun jembatan walaupun tidak ada sungai, karna itulah politisi, asal dikasih kesempatan dan ruang berjanji, mereka akan berjanji, Bupati Petahana sudah terbukti.

Redaksi

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close