MOROWALI

Tidak Patuh Kaidah Penambangan Penindakan Hukum Penting PT. TAS Terbukti Cemari Lingkungan

Morowali, beritamorut.com:

Tidak Patuh Kaidah Penambangan Penindakan Hukum Penting PT. TAS Terbukti Cemari Lingkungan

Ketegasan Bupati, membekukan izin lingkungan PT. Teknik Alum Service (PT. TAS) mebuat aktifis Yayasan Merah Putih sekaligus mantan Direktur Walhi, Supardi Lasaming, angakat bicara, menurutnya sikap tegas Bupati Morowali, kepada perusahaan yang melakukan pencemaran lingkungan adalah langkah yang sudah tepat dan menurutnya, persoalan kasus pencemaran lingkungan, juga perlu ditindak lanjuti penegakan hukumnya

“Penindakan hukum terkait pencemaran lingkungan juga penting dan saya atas nama aktivis Yayasan Merah Putih Sulteng mendukung tindakan tegas pemda morowali untuk menghentikan perusahaan atau mencabut izin perusahaan yg melakukan tindakan pencemaran lingkungan” tegasnya.

Kapolres Morowali, Akbp. Bayu Indra Wiguno yang dikonfirmasi Via pesan Whatsaap, mengatakan, mengenai tindak lanjut kepolisian terkait dugaan pencemaran lingkungan yang dilakukan PT. TAS pihaknya belum mengetahui pasti, sebab yang berwenang adalah Dinas Lingkungan Hidup

“Kita belum mendapat informasi tentang pencemaran lingkungan seperti apa yang terjadi disana, apakah penggunaan bahan kimia atau tidak, harus ada penelitian dari Dinas Lingkungan Hidup. Nanti yang berwenang menyatakan terjadinya pencemaran lingkungan adalah dinas lingkungan hidup, coba ditanyakan ke sana” jawabnya pada Minggu, 02/02/20

Persoalan pencemaran Lingkungan PT. TAS, telah bergulir dari tahun 2019 kemarin, bahkan pihak Pemerintah Daerah dalam hal ini adalah Lingkungan Hidup telah melakukan peninjauan dengan membentuk team, melibatkan Asisten 1, Dinas Lingkungan Hidup, pemerintah Desa Torete, anggota BPD desa Torete, pemerintah kecamatan Bungku Pesisir dan pihak perusahaan dan Team investigasi dipimpin langsung oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra, Drs. Bambang, S. Soerojo.

Dari hasil verifikasi lapangan yang dipimpin Asisten I, ditemukan terjadinya pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh ketidak patuhan pihak perusahaan kepada kaidah penambangan yang benar dan mengabaikan kaidah-kaidah amdal sebagaimana tercantum dalam aturan perundang-undangan, karena sangat jelas di poin 1, 2 dan poin 3, team verifikasi menyampaiakan sebab terjadinya pencemaran lingkungan

“1. Kegiatan penambangan tidak mengikuti kaidah penambangan yang benar
2. Tidak ditemukan disposal, area tempat penampungan sementera, Top Soil dan Over Burden yang selanjutnya dapat digunakan dalam proses Reklamasi

3. Belum dilakukan penataan lahan dan reklamasi secara baik, pada lokasi Pit 1 dan Pit 2 yang telah dinyatakan Mine Out dan seterusnya sampai poin ke 8, yang diantaranya menyebutkan bahwa juga terjadi jebolnya Sedimen Pon, sehingga juga menyebabkan terjadinya endapan lumpur” terpapar dalam surat rekomendasi team, yang ditandatangani oleh semua pihak, termasuk pihak perusahaan.

Saat dimintai tanggapan mengenai perkembangan dan tindak lanjut terhadap aduan masyarakat Desa Torete, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Abdurahman, menegaskan jika telah terjadi kerusakan lingkungan sehingga pihaknya telah membekukan Izin lingkungan PT. TAS, sesuai Peraturan Mentri Lingkungan Hidup nomor 2 tahun 2013 pasal 4 ayat 3 sebagai dasar hukum.

“Tahapan proses pembekuan izin lingkungan, adalah diawali dengan dilayangkannya surat paksaan. Jika tidak diindahkan, maka dilanjutkan dengan pembekuan ijin lingkungan,” terangnya.

Lebih lanjut dikatakan terkait permasalahan ini, DLHD Morowali sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan bersepakat untuk secara bersama menyampaikan kepada pihak perusahaan, agar melakukan upaya reklamasi.***(Ady/Hend)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close